Ibadah

Roh Kebenaran

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 9 Desember 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 16:12-15

Raja Salomo adalah raja yang terkenal dengan hikmatnya. Salah satu peristiwa yang menyatakan hikmatnya yang sangat tinggi adalah ketika dua wanita datang kepadanya (lihat 1 Raja-Raja 3). Mereka mengatakan kami tinggal satu rumah, dan kami berdua melahirkan bayi pada hari yang sama. Tetapi salah satu wanita berkata saat saya tidur dengan bayi saya, ketika saya bangun , tiba-tiba saya lihat bayi saya sudah mati, dan waktu saya lihat ternyata itu bukan bayi saya, ini adalah bayi teman saya itu. Sebenarnya bayi dia sudah mati, tetapi malam-malam dia bangun dan mengganti bayi saya dengan bayinya yang sudah mati. Maka temannya itu mengatakan tidak ! bayi kamu yang sudah mati, bayi saya yang hidup. Maka mereka mulai bertengkar. Raja Salomo yang mendengar itu, lalu dia mengatakan satu kalimat yang penuh dengan hikmat, tidak ada test DNA pada waktu itu, dan Salomo tidak perlu test DNA. Maka Salomo mengatakan ambil pedang, dan belahlah bayi itu menjadi dua, supaya masing-masing mendapat separoh bayi itu. Maka waktu ibu yang sesungguhnya dari bayi itu mendengar perkataan raja , kemudian mengatakan “jangan bunuh bayi itu, meski saya sangat mengasihi bayi saya, lebih baik bayi itu diserahkan kepada dia, karena saya tidak mau bayi saya juga mati”. Tetapi wanita yang lain itu mengatakan baik belah saja bayi itu, supaya kamu tidak dapat dan saya pun tidak dapat. Salomo langsung mengetahui mana ibu bayi itu yang sesungguhnya.

Namun demikian, meskipun Salomo memiliki banyak hikmat, Salomo tetap tidak memahami rencana agung Allah di dalam Kristus. Sewaktu Salomo mencatat buku Pengkotbah, salah satu kesimpulannya (lihat Pengkotbah 9) adalah kematian itu membuat semua kebanggaan dunia dan kekayaan yang ada benar-benar tidak berarti.

Bacaan Alkitab kali ini juga menunjukkan bahwa murid-murid juga belum mengerti akan rencana agung Allah di dalam Kristus. Khususnya sebelum Kristus mati dan bangkit, dan lebih lagi sebelum Roh Kudus dicurahkan kepada murid-murid-Nya.

Dalam Yoh 16:12 Yesus mengatakan “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” Meskipun banyak hal yang sudah Yesus katakan kepada mereka, tetapi masih banyak hal yang harus mereka ketahui, mengerti dan percaya. Tetapi Yesus mengatakan tidak bisa lagi Aku katakan kepadamu karena engkau tidak bisa menanggung kalau Aku tambahkan lagi segala kebenaran yang ada.

Murid-murid juga belum mengerti bahwa kematian Kristus adalah bukan tanda kekalahan-Nya, tetapi itu adalah tanda kemenangan-Nya. Kemenangan atas dosa dan atas maut. Sebelum Kristus ditangkap dan mati, mereka belum mengerti tentang hal itu. Ketika Kristus ditangkap dan dipaku di atas kayu Salib, para murid tercerai berai, sembunyi ketakutan. Bahkan ketika Kristus bangkit dan menyatakan diri kepada mereka, mereka belum sepenuhnya juga mengerti.

Hanya ketika Roh Kudus dicurahkan atas mereka, mereka baru memahami apa arti semua yang dikatakan dan dikerjakan oleh Kristus. Mereka baru mengerti apa yang Yesus katakan di dalam Yoh 16:7 “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.” Ketika Roh Kudus datang dicurahkan kepada mereka barulah mereka memahami bahwa Kristus harus mati untuk menebus manusia dari dosa. Mereka baru mengerti bahwa salib bukanlah kebodohan melainkan hikmat Allah bagi setiap orang yang percaya. Mereka baru mengerti bahwa salib bukanlah tanda kekalahan melainkan tanda kemenangan Kristus akan kematian.

Seluruh kebenaran yang kita mengerti hari ini, sebenarnya bagi murid-murid Kristus yang pertama baru dimengerti ketika Roh Kudus dicurahkan atas mereka. Sejak saat itu mereka pergi dengan kuasa Roh Kudus, memberitakan Injil Yesus Kristus, membawa keselamatan kepada jutaan, bahkan miliaran orang yang percaya sepanjang sejarah.

Mari kita melihat dengan lebih detil apa perkataan Kristus tentang janji pekerjaan Roh Kudus. Ada tiga hal yang dapat kita renungkan dari perkataan Yesus dalam Yoh 16:13-15.

Roh Kebenaran akan memimpin murid-murid Kristus ke dalam seluruh kebenaran.

Yesus mengatakan dalam Yoh 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”

Yoh 16:13 menyatakan “Kebenaran”, ini dapat kita kontraskan dengan ayat sebelumnya yaitu Yoh 16:10 yang juga memuat kata “kebenaran”. Terjemahan Indonesia dalam Yoh 16:10 menggunakan kata “kebenaran” yang kata aslinya adalah righteousness, sehingga seharusnya Yoh 16:10 menggunakan kata “keadilan” (dikaiosune/righteousness). Sedangkan “kebenaran” dalam Yoh 16:13 berasal dari kata alithea (truth).

Yoh 16:13 berbicara tentang Roh kebenaran yang akan memimpin murid-murid Kristus ke dalam seluruh kebenaran. Kalau kita membaca Yoh 14:26, kita tahu bahwa fokusnya adalah kebenaran tentang Kristus “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Roh kebenaran itu akan mengingatkan murid-murid-Nya segala sesuatu yang telah Kristus katakan kepada mereka. Ini adalah kebenaran Kristus yang sungguh-sungguh juga terjadi di dalam hidup mereka. Roh Kudus akan mengingatkan murid-murid-Nya terhadap segala yang Yesus katakan dan perbuat, dan itu adalah yang sungguh-sungguh terjadi dalam hidup murid-murid-Nya selama tiga setengah tahun.

Roh Kudus akan mengingatkan para-murid akan sesuatu yang bersifat historis. Lukas mencatat dalam Kis 1:1-3 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama , aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,  sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu, Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” Lukas dan semua rasul penulis Injil sadar sekali bahwa apa yang mereka tulis adalah fakta sejarah. Ini bukanlah cerita dongeng yang memiliki pesan moral.

Matius pun tidak memulai cerita kelahiran Kristus dengan “once upon a time” yang tidak sungguh-sungguh terjadi. Yang mereka tuliskan bukanlah suatu dongeng, bukanlah suatu cerita yang memiliki pesan moral, tetapi adalah berita fakta yang sungguh-sungguh terjadi yang memiliki dampak yang sangat dahsyat dalam hidup anak-anak Tuhan.

Karena itu kita melihat para rasul dalam perjanjian baru terus menyadari pentingnya kebangkitan Kristus secara tubuh. Mereka tidak sekadar mengatakan Kristus dibangkitkan dari kematian, dibangkitkan secara rohani. Tetapi mereka dengan tegas mengatakan Kristus dibangkitkan secara tubuh/fisik. Ini menegaskan iman Kristen berakar dari fakta sejarah.

Tetapi bukan hanya fakta sejarah, namun juga arti dari segala-sesuatu dari yang sungguh-sungguh terjadi itu. Roh Kudus yang dicurahkan kepada murid-murid-Nya juga menegaskan apa arti dari seluruh peristiwa itu. Karena seluruh peristiwa sejarah tidak akan berarti jika kita tidak mengertinya dengan tepat.

Kristus betul-betul mati di atas kayu salib, tetapi apa maknanya? Bukankah banyak sekali orang mati di atas kayu salib waktu itu? Hanya ketika Roh Kudus turun dan mencelikkan mata rohani murid-murid dan orang-orang Kristen sepanjang jaman, barulah mereka mengerti apa arti kematian Kristus. Roh kebenaran itu bukan hanya mengingatkan bahwa Kristus pernah mati di atas kayu salib, tetapi juga mengingatkan bahwa Kristus harus mati karena kematian-Nya menjadi jalan satu-satunya kita boleh diterima oleh Allah Bapa.

Roh Kudus mengingatkan dan mengajarkan kepada murid-murid-Nya apa arti kematian Kristus. Bahwa kematian Kristus menegaskan keadilan Allah yang tidak bisa dikompromikan. Kristus sudah menerima keadilan murka Allah terhadap dosa. Hanya kita yang sudah mati bersama-sama dengan Kristus, kita pun yang beriman di dalam Kristus, akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus. Inilah yang sudah Roh Kudus ingatkan dan ajarkan kepada para murid, kepada kita, dan juga kepada orang-orang Kristen sepanjang jaman. Roh Kudus mengingatkan para murid, bahwa Kristus pernah mengatakan bahwa Ia akan mati dan bangkit. Arti kematian dan kebangkitan-Nya juga sudah Roh Kudus nyatakan kepada kita.

Seluruh Perjanjian Baru diinsipirasikan dan dipimpin oleh Roh Kudus

Kalau kita secara ketat mengerti Yoh 14:26 maka ayat-ayat ini hanya bisa berlaku kepada murid-murid Yesus yang pertama.

Kata “kepadamu” dalam Yoh 14:26 mengacu kepada para murid yang mendengar perkataan Kristus, melihat apa yang Kristus kerjakan, mendengar pengajaran Kristus kepada orang banyak. Karena itu implikasinya adalah Murid-murid inilah yang nantinya menjadi penulis-penulis Perjanjian Baru. Murid-murid-Nya adalah orang Yahudi yang tahu dan percaya bahwa pada jaman dahulu Allah telah berbicara kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan nabi-nabi. Para nabi menuliskan perkataan Allah dengan “Thus says the Lord.” Para murid adalah orang Yahudi yang sangat menghargai akan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama.

Tetapi sekarang Yesus menyatakan bahwa mereka akan menjadi orang-orang yang Tuhan akan pakai karena Roh Kudus juga akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Mereka akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk menuliskan segala kebenaran tentang Kristus, tentang pengajaran Kristus, apa yang Kristus kerjakan, tentang pribadi Kristus dengan segala makna-Nya. Seperti 2 Tim 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Tetapi bukankah segala yang diilhamkan Allah pada waktu itu menunjuk kepada Perjanjian Lama, karena pada saat itu Perjanjian Baru belum ditulis? Sebenarnya kita bisa mengerti bahwa “Allah” dalam 2 Tim 3:16 ini adalah Allah Roh Kudus, yang menginsiprasi penulis Alkitab , tulisannya yang diberikan kepada kita. Paulus menyatakan dalam Efesus 3:2-5 “…memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,…”. Paulus sendiri sadar, bahwa apa yang dia tulis adalah dipimpin oleh Roh Kudus, yang juga memimpin rasul-rasul lain kepada seluruh kebenaran tentang Kristus.

Maka janji Kristus tentang Roh Kudus menjadi satu pernyataan bahwa Perjanjian Baru adalah the inspired word of God. Sepanjang sejarah, manusia telah mencoba menghancurkan Alkitab berkali-kali dengan segala cara. Alkitab telah dibongkar, dikritik dari segala macam sudut pandang, tetapi Alkitab terus bertahan karena Alkitab adalah firman Allah sendiri yang diinspirasikan kepada para rasul dan para nabi. Firman Tuhan tidak akan pernah digagalkan oleh siapa pun. Pendeta Stephen Tong pernah menceritakan bahwa salah seorang penulis Perancis yang terkenal, Voltaire, sangat melawan Alkitab, dan Voltaire mengatakan bahwa dalam 100 tahun Alkitab menjadi buku yang usang dan tidak akan dibaca lagi. Voltaire seumur hidupnya melawan firman Tuhan. Tuhan mendengar kalimat Voltaire dan tersenyum di surga. Karena ketika Voltaire mengatakan kalimat itu dia sedang ada di rumahnya sendiri, dan setelah dia mati, rumah itu dibeli oleh Bible Society di Perancis. Rumah itu menjadi tempat percetakan Alkitab.

Firman Tuhan akan selama-lamanya ada. Biarlah kita sungguh-sungguh menyadari, ini adalah penggenapan janji Kristus bahwa Roh Kebenaran itu akan memimpin murid-murid-Nya ke dalam seluruh kebenaran. Kebenaran itu sudah dicatat, ditulis dan diberikan kepada kita, anak-anak Allah sepanjang jaman. Alkitab bukanlah hasil ketetapan bapa-bapa Gereja. Ketika kita mempelajari kanon dari pada Alkitab, maka kita menyadari bahwa sesungguhnya bukan bapa-bapa Gereja yang mempunyai otoritas lebih besar daripada Alkitab. Kita percaya Roh Kudus juga memimpin bapa-bapa Gereja untuk mengenali dari begitu banyak kitab-kitab yang ada pada waktu itu, mereka bisa mengenali mana yang asli, yang adalah firman Tuhan yang diinsiprasikan oleh Roh Kudus kepada penulis Alkitab atau bukan.

Kita harus menghargai betapa berharganya firman Kristus yang sudah diinspirasikan kepada penulis Alkitab, seperti raja yang pertama kali menerima Alkitab dari bahasa Jerman. Setelah Martin Luther menterjemahkan Alkitab dari bahasa latin ke dalam bahasa Jerman, menjadi Alkitab yang begitu besar dan tebal, dia memberikannya kepada raja yang memberikan perlindungan kepadanya. Raja dan seluruh rakyatnya mereka belum pernah membaca Alkitab, karena mereka tidak mengerti latin, atau Yunani. Sekarang mereka bisa membaca di dalam bahasa mereka sendiri. Raja itu menerima firman Tuhan dengan gemetar. Biarlah kita menghargai Alkitab yang sudah kita terima.

Contoh lainnya adalah Christopher Yuan, seorang bekas homoseks dan drug dealer yang bertobat dan menjadi hamba Tuhan. Setelah dia dipenjara karena mengedarkan narkoba, dia sangat down sekali. Sewaktu dia tidur di ranjang sel penjaranya, dia melihat ke bawah ranjang di atasnya, dan membaca sesuatu yang menarik if you’re bored read Jeremiah 29:11. Dia buru-buru mencari Alkitab dan membaca ayat itu: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Firman Tuhan itu menyentuh hatinya begitu dalam. Firman itu diinspirasikan oleh Roh Kudus, dan ditulis oleh nabi Yeremia, dan hari itu Firman Tuhan itu berkata-kata ke dalam hatinya dan mengubah seluruh hidupnya.

Tugas Utama Roh Kebenaran adalah untuk memuliakan Kristus

Roh Kudus bekerja memimpin kita kepada kebenaran firman Tuhan. Dalam Yoh 16:14 Yesus berkata “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” Ini adalah peran utama dari Roh Kudus. Ada tiga hal yang dikerjakan Roh Kudus untuk memuliakan Kristus.

1. Roh Kudus memuliakan Kristus dengan menyatakan kebenaran-kebenaran Kristus. Membawa kepada Kristus, mengingatkan kita kepada kebenaran Kristus. Kalau ada gereja yang selalu berbicara tentang Roh Kudus tetapi tidak pernah atau jarang membawa kita kepada Kristus, namun terus berbicara tentang karunia Roh Kudus, bahasa lidah dlsb, itu pasti bukan gereja yang penuh dengan Roh Kudus. Karena Roh Kudus pertama-tama datang untuk membawa kita memuliakan Kristus. Roh Kudus ketika bekerja di dalam hidup manusia tidak memuliakan diri-Nya sendiri, tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri, tetapi membawa kita kepada Kristus yang adalah firman yang adalah Kristus itu sendiri. Kristus adalah sang kebenaran itu. Roh Kudus adalah Roh kebenaran, Roh Kudus akan memimpin kita kepada Kristus, untuk mengenal siapakah Kristus, mengerti apa yang Kristus kerjakan di atas kayu salib, untuk mengerti pengajaran Kristus.

Ketika Roh Kudus hadir memenuhi hati orang percaya, maka Roh itu akan memimpin kita memuliakan Kristus, mentaati seluruh ajaran Kristus, karena Kristus adalah inti dari pada seluruh revelasi Alkitab. Biarlah kita mengerti akan hal ini dan tidak mudah tertipu oleh gereja-gereja yang mengajarkan bahwa mereka penuh dengan Roh Kudus, ada banyak mukjijat kesembuhan, ada bahasa lidah, dlsb.

Kristus sendiri mengatakan Roh ini adalah Roh kebenaran, Dia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Kebenaran itu adalah kebenaran tentang Kristus. Dia akan memuliakan Kristus, sebab Dia akan memberitakan apa yang diterima-Nya dari Kristus. Kristus yang ditinggikan dan dipermuliakan, kita memuliakan salib-Nya, sampai kita bertemu dengan Bapa. Kalau ada gereja yang mengklaim mempunyai Roh Kudus namun hanya mengajarkan kesembuhan, kekayaan, dlsb, yang gereja itu ajarkan adalah roh anti-kristus.

Dalam Kisah Para Rasul, Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid-Nya. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus, yang memenuhi hati murid-murid-Nya: ketika mereka dipenuhi Roh-Kudus, mereka tidak berbicara tentang Roh Kudus, tetapi mereka berbicara tentang Kristus, yang mati dan bangkit. Ini adalah ciri yang kita harus pegang, biarlah kita harus mengerti apa yang dikerjakan Roh-Kudus. Ketika hamba-hamba Tuhan dalam Gereja berbicara tentang Kristus, justru itu adalah tandanya bahwa Gereja itu dipenuhi dengan Roh Kudus. Nama Kristus ditinggikan dan dipermuliakan.

2. Roh Kudus memuliakan Kristus dengan melahirbarukan kita dengan mempersatukan kita dengan Kristus. Kita menjadi manusia baru, ciptaan baru di dalam Kristus. Yesus mengatakan kepada Nikodemus (Yohanes 3:3) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Roh Kudus bekerja di dalam jiwa dan roh manusia yang paling dalam untuk memberi hidup yang baru, dengan membawa kita kepada salib Kristus. Dipersatukan dengan Kristus, sehingga manusia lama kita mati bersama-sama dengan Kristus. Kita hidup menjadi manusia yang baru, yang bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Pekerjaan Roh Kudus yang memuliakan Kristus adalah mematikan manusia lama kita dan membawa kita ke dalam persatuan dengan Kristus, memberi hidup yang baru,  yang adalah hidup Kristus itu sendiri.

3. Roh Kudus memuliakan Kristus dengan memimpin, menguatkan, membentuk hidup anak-anak Tuhan menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kisah Para Rasul penuh dengan kisah-kisah seperti ini. Petrus yang dipenuhi Roh Kudus, berkotbah dan 3000 orang bertobat. Stephanus yang dipenuhi Roh Kudus berkotbah dan 3000 batu melayang kepadanya. Tetapi sebelum dia mati, Stephanus berdoa seperti Kristus di atas kayu salib, Tuhan jangan tanggungkan dosa itu kepada mereka. Stephanus mati seperti Kristus dibunuh oleh orang-orang yang berdosa.

Petrus dan rasul-rasul lain dihina dan dimasukkan ke dalam penjara, tetapi Tuhan memimpin mereka selama ada di dalam penjara. Mereka dikuatkan, dihibur dan mereka bisa memuji Tuhan selama ada di dalam penjara. Paulus begitu dipimpin Roh Kudus melalui segala kesulitan yang ada.t

Biarlah ini  bisa menjadi pengalaman hidup kita juga. Ketika kita semakin mengenal Kristus, kita semakin menyadari betapa mulianya Dia. Kita didorong untuk semakin taat kepada-Nya. Kita dikuatkan untuk terus hidup di dalam kehendak-Nya. Kita diubahkan dari satu kemuliaan ke kemuliaan yang lebih besar. Ini semuanya adalah pekerjaan Roh Kudus, yang membentuk dan mengarahkan hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus.

Bagi kita yang masih hidup, pekerjaan Roh Kudus belum selesai. Roh Kudus akan terus membentuk dan menarik kita kepada Kristus. Dia akan terus membentuk kita melalui segala hal yang terjadi di dalam hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus. Salah satunya melalui saudara-saudara seiman, ketika kita saling melayani satu sama lain, di dalam kelompok tumbuh bersama (KTB), kita dibentuk oleh Roh Kudus melalui hidup mereka. Ketika kita bersekutu, saling membuka diri, ada perkataan kebenaran, ada penghiburan yang menguatkan dari saudara-saudara seiman. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus melalui saudara-saudara seiman.

Melalui semuanya itu karakter kita dibentuk sehingga semakin serupa dengan Kristus. Tentu salah satu yang paling membentuk adalah suami/istri kita. Meskipun banyak pertentangan dengan suami/istri kita, tetapi kita bisa bersyukur kepada Tuhan karena melalui dia, kita bisa dibentuk menjadi manusia yang lebih baik, semakin mengenal Kristus.

Juga melalui segala pergumulan dan kesulitan yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita, Roh Kudus bekerja, membentuk, menghibur, menguatkan, memimpin hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus.

Sebagai ilustrasi, seorang pandai perak yang sedang membakar peraknya. Dia membakar peraknya sampai ribuan derajat sampai kotoran-kotoran muncul ke permukaan. Dia kemudian membersihkan kotorannya, dan membakar lagi perak itu ribuan derajat, sampai kotoran-kotoran yang lebih kecil muncul ke permukaan. Dia bersihkan lagi, dan membakar lagi perak itu, sampai kotoran-kotoran yang lebih kecil lagi muncul ke permukaan. Ada seorang anak yang bertanya kepadanya, sampai kapan engkau membakar perak itu? Dia menjawab sampai saya dapat melihat wajah saya di perak itu. Itulah yang Roh Kudus sedang kerjakan bagi kita. Dia memberi hidup yang baru, hidup kita bukan kita lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Roh Kudus memuliakan Kristus dengan cara demikian. Roh Kudus bukan saja memberi hidup yang baru yang berasal dari Kristus, selama masih hidup, seberapa tuanya kita, Roh Kudus belum selesai membentuk kita. Apalagi yang masih muda.

Bagi saya sendiri, setelah sedemikian lama melayani Tuhan, kadang-kadang ada waktu-waktu saya merasa lelah. Namun Tuhan terus menguatkan dan membentuk saya, belum selesai pekerjaan-Nya, dan saya sangat bersyukur karenanya. Biarlah kita juga bisa bertumbuh untuk semakin serupa dengan Kristus, karena inilah pekerjaan Roh Kudus yang dijanjikan Kristus. Roh Kudus akan terus bekerja sampai hidup kita merefleksikan kemuliaan Kristus. Jangan berhenti, terus maju untuk melayani Tuhan, mengenal Kristus. Selama masih hidup Roh Kudus akan terus membentuk hati, pikiran, dan seluruh hidup kita, sampai kita memancarkan keindahan dan kemuliaan Kristus.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya