Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Keunikan Kristus

Ibadah

Keunikan Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 20 Januari 2019

Bacaan Alkitab: Yoh 16:25-33

Bacaan Alkitab kali ini adalah bagian terakhir dari farewell discourse, perkataan-perkataan terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya, yang dimulai dari Yoh 14 sampai Yoh 16.

Suatu kali seorang reporter TV Canada melakukan interview kepada orang-orang di jalan. Dia menanyakan bagaimana pendapatmu terhadap kinerja menteri D’Arcy McGee, tetapi dia menyembunyikan fakta bahwa D’Arcy McGee sudah meninggal 100 tahun yang lalu. Dia ingin mengetahui apa response orang-orang. Hanya ada beberapa orang yang menjawab saya tidak kenal nama itu. Namun sebagian besar menjawab seperti ini: “dia biasa saja sih”, “dia parah tetapi tidak separah menteri yang lain.” Tetapi yang paling parah adalah yang menjawab “Oh beberapa hari yang lalu saya melihat dia di TV”.

Inilah kira-kira yang terjadi pada percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya. Yesus mengatakan dalam Yoh 16:25 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan.” Kiasan dalam bahasa aslinya adalah perkataan yang tersembunyi. Tetapi kalau kita melihat respons murid-murid, khususnya pada Yoh 16:30 “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu…” Seolah-olah mereka sudah mengerti semua yang Yesus katakan. Sebenarnya murid-murid-Nya belum mengerti banyak hal yang Yesus katakan.

Yang Yesus maksudkan dengan kiasan atau perkataan yang tersembunyi di sini adalah sesuatu yang artinya yang tidak jelas secara langsung. Engkau perlu merenungkan dan menyelidikinya dengan dalam untuk mengertinya, dan akan jelas pada waktunya nanti. Maksud Tuhan Yesus adalah semuanya akan jelas setelah Yesus bangkit dan setelah Roh Kudus turun atas mereka.

Dalam Luk 24:13-35, diceritakan tentang dua orang murid yang sedang berjalan ke Emaus. Ini adalah peristiwa setelah Yesus bangkit dan menyatakan diri-Nya kepada beberapa murid. Bahkan di dalam bagian ini pun kita mengetahui bahwa para murid sesungguhnya belum mengerti apa yang diajarkan Yesus. Mereka tidak mengerti apa yang telah dikerjakan Yesus dan arti dari semua itu. Yesus bertanya (lihat Luk 24) “Apa yang sedang engkau percakapkan”, muka mereka menjadi murung dan menceritakan bahwa Yesus ditangkap dan dibunuh. Padahal dari dulu kami berharap bahwa Dia-lah yang membebaskan bangsa Israel. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Lalu dalam Luk 24:25-27 Yesus mulai menyatakan kepada mereka. Tuhan Yesus mengatakan hai kamu orang bodoh betapa lambannya hatimu sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi. Tuhan Yesus mulai menjelaskan kembali apa yang harus terjadi pada diri-Nya yang sebenarnya sudah dinyatakan dalam perjanjian Lama, tentang semua hal yang sudah Yesus nyatakan dalam kehidupan-Nya sebelum Dia mati. Murid-murid mengasumsikan bahwa mereka sudah tahu tetapi mereka sebenarnya hanya tahu sedikit saja.

Namun paling sedikit mereka mengerti apa yang dinyatakan dalam Yoh 16:30 “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Mereka tahu dan mengerti bahwa Yesus datang dari Allah. Tetapi ini pun hanya sebagian saja dari apa yang Tuhan Yesus baru katakan kepada mereka.

Tuhan Yesus menyatakan Yoh 16:28 “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” Dari ayat Yoh 16:28 ini Yesus paling sedikit menyatakan empat hal. Dari empat hal itu murid-murid hanya mengerti satu hal saja. Ke empat hal itu seluruhnya berfokus pada diri-Nya. Setelah Yesus mati dan bangkit, kita tentu perlu mengerti jauh lebih banyak daripada yang diketahui para murid sebelum Yesus disalibkan.

1) Hal yang pertama adalah seperti yang murid-murid mengerti (lihat Yoh 16:30) bahwa Yesus datang dari Allah. Dalam Yoh 16:28 Yesus mengatakan “Aku datang dari Bapa”. Ini adalah suatu yang sangat penting untuk mengerti siapakah Kristus. Nikodemus dalam Yoh 3:2 mengatakan “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Kalau kita mengingat mukjijat lima roti dan dua ikan dan memberi makan lima ribu orang laki-laki (lihat Yoh 6). Setelah peristiwa itu, orang-orang mengatakan pasti Dia adalah nabi yang akan datang ke dalam dunia, dan mereka ingin menjadikan Dia sebagai raja. Tetapi belum waktunya bagi Kristus.

Juga dalam Yoh 8, Yesus mengatakan kepada orang-orang Farisi: Yoh 8:58 “Before Abraham was born,I AM”. Ini bukan hanya menunjukkan bahwa Kristus sudah ada sebelum Abraham ada. Tetapi ini juga mau menunjukkan bahwa Dia adalah Allah sendiri. Karena dengan mengatakan “I AM” Dia memakai kata yang paling penting tentang siapakah Allah itu. Ketika Musa bertanya kepada Allah (lihat Keluaran 3) siapakah nama-Mu yang mengutus aku kepada bangsa Israel. Maka Allah berkata “AKU ADALAH AKU (I AM who I AM)” yang mengutus kamu kepada Firaun.” Kata “I AM” menunjuk kepada siapa Allah itu. Kristus berasal dari Allah dan Dia adalah Allah itu sendiri.

2) Fakta Inkarnasi seperti yang Yesus katakan dalam Yoh 16:28 “Aku datang ke dalam dunia”. Semata-mata karena kasih Bapa yang begitu besar kepada kita, Allah menjadi manusia di dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” Yesus datang ke dalam dunia juga karena kasih Kristus yang besar kepada kita. Paralel dari Yoh 3:16 adalah 1 Yoh 3:16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita,…”. Fakta inkarnasi, bahwa Tuhan datang ke dalam dunia dan menjadi manusia adalah kebenaran yang sangat penting. Dia adalah satu-satunya pribadi yang berasal dari Allah Bapa yang datang ke dunia menjadi manusia. Dia adalah Allah yang mulia, yang besar, yang agung.

Dalam Filipi 2:5-8 Paulus mengatakan Dia yang setara dengan Allah, tetapi Dia tidak menganggap kesetaraan-Nya itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tetapi mengosongkan diri-Nya dan datang menjadi manusia, dan dalam keadaan-Nya sebagai manusia Dia taat sampai mati di kayu salib. Ini menyatakan suatu kasih yang begitu besar, suatu karya yang tidak ada di dalam agama apa pun. Allah yang begitu besar, pencipta langit dan bumi, namun Dia datang kepada manusia, sebagai manusia yang begitu lemah. Bukan hanya lemah sebagai manusia, tetapi Dia mati dalam kelemahan yang paling lemah di atas kayu salib.

3) Kematian Kristus adalah rencana Allah. Dalam Yoh 16:28 Yesus mengatakan “Aku meninggalkan dunia” Setelah inkarnasi, Dia mati, bangkit dan naik ke Surga. Ini adalah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Apa yang dikerjakan Kristus telah diterima oleh Bapa. Yoh 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.“ Setelah Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya di atas kayu salib, maka Bapa menyatakan konfirmasi-Nya, persetujuan-Nya, dan suka-cita-Nya dengan membangkitkan Kristus dari kematian. Maka Yesus bangkit dan naik ke surga kembali kepada Bapa.

Di sini Yesus bukanlah korban yang tidak berdaya di atas kayu salib. Tetapi Dia memang datang untuk menyelamatkan manusia melalui kematian-Nya. Yoh 10:17-18 mengatakan “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa untuk memberikannya, dan Aku berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Ku terima dari Bapa-Ku” Ini adalah kalimat yang hanya bisa dikatakan oleh Kristus. Aku yang menyerahkannya maka Aku berhak mengambilnya kembali.

Biarlah kita sungguh-sungguh mengenal siapakah Kristus. Dia adalah Allah sendiri yang telah datang ke dalam dunia. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib, Dia menjadi satu-satunya Juruselamat yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Kebangkitan-Nya mengkonfirmasi bahwa persembahan Kristus di atas kayu salib diperkenan oleh Bapa. Dia satu satunya pribadi yang menyerahkan nyawa-Nya dan oleh karena itu Dia berhak mengambilnya kembali.

4) Kristus pergi kepada Bapa. Dalam Yoh 16:28 Yesus mengatakan “pergi kepada Bapa”. Ini adalah seperti yang juga dinyatakan dalam Pengakuan Iman Rasuli “Dia disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa.” Dia pergi kepada Bapa, duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Berarti seluruh karya-Nya telah diterima oleh Bapa. Kristus adalah Imam Besar yang agung yang telah mempersembahkan Diri-Nya sendiri.

Seperti dikatakan dalam Ibrani 10:12-14 “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.“

Dia adalah Imam Besar yang agung itu. Bukan hanya Dia membawa darah domba tetapi Dia membawa darah-Nya sendiri yang telah dicurahkan di atas kayu salib. Itu adalah satu-satunya persembahan yang boleh menghapus dosa manusia. Dia bangkit dan kembali kepada Bapa. Dia sekarang berkuasa atas segala sesuatu dan juga juru syafaat yang berdoa bagi saudara dan saya dan seluruh Gereja-Nya.

Ini adalah empat kebenaran yang dinyatakan secara singkat dalam satu ayat Yoh 16:28.

Kalau kita mengerti siapakah Kristus, maka kita akan mengerti betapa uniknya Kristus. Tidak ada agama atau kepercayaan lain di dunia ini yang mempunyai Tuhan dan Juruselamat seperti Kristus. Dia adalah satu-satunya Allah yang datang ke dalam dunia menjadi manusia, mati untuk menebus dosa manusia, Dia bangkit dan kembali kepada Bapa.

Alkitab mengatakan (lihat Wahyu 11:15-19) Dia akan datang kembali dalam kemuliaan dan kuasa yang besar sebagai hakim dan raja. Bahkan di dalam Al Quran pun, dinyatakan bahwa Isa akan datang dan menghakimi dunia ini. Ketika orang Islam mau mengerti akan pernyataan ini, maka mereka harus kembali kepada Alkitab. Karena Kristus adalah satu-satunya Juruselamat, yang telah mati dan bangkit, dan yang akan datang kembali menjadi hakim dan raja.

Dari ke empat hal ini, murid-murid hanya berfokus kepada satu hal. Perkataan Kristus selanjutnya menunjukkan bahwa betapa iman mereka masih sangat lemah, pengertian mereka sangat terbatas.  Dalam Yoh 16:31-32 Yesus berkata mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya akan datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.”

Perkataan Yesus “percayakah engkau sekarang” mengandung suatu ironi. Engkau menganggap sudah mengerti siapakah Aku, namun akan tiba saatnya engkau akan tercerai-berai. Tuhan Yesus mau mengatakan bahwa imanmu sebenarnya masih sangat lemah. Ketika Aku disalibkan nanti, engkau akan kabur dan tercerai berai seperti domba yang kehilangan gembala. Padahal Aku sudah mengatakan berkali-kali, tetapi engkau pun belum sungguh-sungguh percaya dan mengenal kebenaran ini.

Tetapi ini bukan berarti Kristus menghina iman dan pengertian mereka. Kristus mau menyatakan keterbatasan iman mereka. Kemudian Yesus menguatkan iman mereka dengan perkataan-perkataan selanjutnya. Khususnya dengan menempatkan iman mereka di tempat yang seharusnya yaitu “di dalam Kristus”, seperti yang Yesus katakan dalam Yoh 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Perkataan Yesus sebagai respon iman murid-murid ini mau menyatakan beberapa hal yang penting yang dapat diaplikasikan di dalam kehidupan kita.

1) Yesus menguatkan mereka adalah realita iman mereka masih begitu lemah dan menyatakan suatu kebenaran yang penting yang sekaligus menghibur dan menguatkan kita. Seorang teolog besar dari Melbourne dan juga salah satu pendiri Ridley College di Melbourne, Leon Morris mengatakan bahwa menyadari bahwa murid-murid begitu lemah,belum sungguh-sungguh mengenal Kristus, Gereja Tuhan ultimately bergantung kepada karya Allah di dalam Kristus dan bukan pada keberanian dan iman para rasul. Kalau kita membaca Alkitab, kita mengetahui bahwa para-rasul adalah orang-orang yang tidak berani. Petrus yang paling berani di antara mereka, ketika ditanya oleh seorang budak perempuan yang kecil sewaktu Petrus sedang mengikuti Yesus dari jauh ketika Dia sedang diadili, maka Petrus bersumpah dan menyangkal Yesus tiga kali (lihat Mat 26:69-75). Ketika Yesus ditangkap maka tercerai-berailah murid-murid-Nya.

Tetapi fakta ini sebenarnya menghibur dan menguatkan kita hari ini, bahwa Gereja Tuhan, saudara dan saya, umat Tuhan ultimately bergantung pada karya Allah di dalam Kristus saja. Iman kita bukan bergantung dari keberanian para rasul. Pendeta Stephen Tong pernah mengatakan suatu kalimat bahwa arsitek-arsitek dunia membangun gedung yang megah dengan bahan-bahan yang paling mahal tetapi Kristus yang membangun Gereja-Nya dengan memakai orang-orang yang paling lemah, dan Gereja-Nya masih berdiri sampai sekarang dan masih akan berdiri sampai selama-lamanya. Ini memberi penghiburan bagi kita, menyadari bahwa iman kita bergantung hanya di dalam Kristus. Bukan bergantung kepada para rasul, bukan kepada pendeta. Gereja akan terus bertahan kalau Gereja ada di dalam Kristus.

Kita mengerti bahwa para murid adalah orang-orang yang begitu lemah. Setelah mereka bertemu dengan Yesus yang bangkit menyatakan Diri-Nya kepada mereka, maka ada sesuatu yang terjadi secara dahsyat dalam hidup mereka. Tetapi seluruhnya boleh terjadi semata-mata karena anugerah Allah di dalam Kristus. Tuhan membangun Gereja-Nya di atas batu karang yaitu sang Kristus itu sendiri. Ini mendorong kita untuk sungguh-sungguh beriman dan hanya bergantung kepada Kristus.

2) Hanya di dalam Kristus ini kita akan memperoleh damai sejahtera. Yoh 16:33 "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Ayat ini memberi beberapa kontras, karena ayat ini berbicara tentang di dalam Kristus, tetapi kemudian melanjutkan dengan di dalam dunia. Di dalam Kristus engkau memiliki damai sejahtera tetapi di dalam dunia kamu mengalami penganiayaan. Kita semua ada di dunia, baik orang-orang yang percaya maupun yang tidak percaya, artinya di dalam dunia ini semua orang akan mengalami kesulitan dan pergumulan. Kejahatan terjadi di mana-mana, dan bisa terjadi kepada siapa saja. Tetapi Tuhan Yesus di sini mengingatkan kita di dalam dunia kamu mengalami penganiayaan, tetapi Aku katakan ini semua supaya kamu beroleh damai sejahtera di dalam Aku. Bagi orang-orang di dalam Kristus, ada damai sejahtera Kristus yang melampaui segala akal.  

Pada tahun 1874 satu kapal perancis Ville Du Havre berlayar dari Amerika ke Eropa. Dalam perjalanan kapal itu mengalami kecelakaan dan hampir semua orang mati dalam kecelakaan itu. Salah satu keluarga di dalam kapal itu adalah Mrs Horatio Spafford dengan keempat anaknya. Suaminya berencana untuk menyusul kemudian. Ketika mengetahui bahwa kapal itu akan tenggelam maka nyonya Horatio Spafford dengan keempat anaknya, berlutut dan berdoa kepada Tuhan, apabila Tuhan mengambil nyawa mereka biarlah mereka boleh puas hanya di dalam Tuhan. Suaminya tidak tahu apa yang terjadi, hanya setelah beberapa hari kemudian dia mendapat satu telegram “saved alone”, hanya istrinya selamat, seluruh anak-anaknya mati saat itu. Ini menjadi kehancuran besar bagi Horatio Spafford.

Maka dia berlayar untuk bertemu dengan istrinya di Eropa. Di atas kapal, pada lokasi sekitar tenggelamnya kapal itu Dia menuliskan kalimat

When peace, like a river, attendeth my way,

When sorrows like sea billows roll;

Whatever my lot, Thou hast taught me to say,

 

It is well, it is well with my soul.

 

Ketika damai seperti sungai mengiringi hidupku. ketika duka yang begitu dalam bergumul seperti lautan di dalam jiwaku, apapun yang terjadi Engkau telah mengajar Aku untuk berkata tenanglah jiwaku.

 

Though Satan should buffet, though trials should come,

Let this blest assurance control,

That Christ hath regarded my helpless estate,

And hath shed His own blood for my soul.

 

It is well, it is well with my soul.

 

Kalau setan datang menyerangku imanku tetap dan teguh, Kristus telah mengetahui keadaanku ada Tuhan yang menyelematkanku, dan telah memberikan darah-Nya untuk jiwaku. Tenanglah jiwaku.

Inilah yang menjadi kekuatan anak-anak Tuhan sepanjang jaman. Seperti janji Tuhan Yesus semuanya itu Kukatakan kepadamu supaya engkau beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. Semua orang di dunia yang sudah berdosa ini, akan mengalami banyak kesulitan dan pergumulan. Tetapi biarlah engkau mengenal-Ku dan hidup di dalam-Ku, bukan hanya percaya di dalam Kristus, tetapi memiliki relasi yang terus-menerus di dalam Dia seperti ranting-ranting yang tinggal di dalam pokok anggur, dan menyadari bahwa di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi di dalam Kristus kita akan memperoleh damai sejahtera dari Tuhan.

Penghiburan terakhir yang Yesus katakan di sini, sebagai bagian terakhir dari farewell discourse yang dimulai dari Yoh 14 adalah serupa dengan ayat pertama Yoh 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Penghiburan ini adalah semata-mata di dalam Kristus. Seluruh penghiburan ini hanya dapat kita peroleh di dalam Kristus. Perkataan Yesus “Janganlah gelisah hatimu” berarti engkau akan mengalami segala penderitaan di dunia ini, tetapi percayalah kepada-Ku. Karena itu biarlah kita makin mengenal Dia, makin menyadari dan mengerti segala karya-Nya, melalui firman-Nya, melalui doa-doa yang kita panjatkan, melalui persekutuan pribadi dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman di dalam Kristus. Kita boleh sungguh-sungguh taat kepada Tuhan dan semakin bergantung kepada-Nya.

3) Penghiburan Yesus ini diberikan di bawah bayang-bayang salib. Ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan. Sebentar lagi Tuhan Yesus akan ditangkap dan dipaku di atas kayu salib. Tetapi dibawah bayang-bayang salib, Kristus masih menghibur murid-murid-Nya. Salib yang sebentar lagi Yesus alami, yang dianggap dunia sebagai sesuatu yang begitu hina, sebagai kekalahan yang paling besar, tetapi melalui salib Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya mengalahkan kuasa terbesar yang mencengkram dunia. Melalui kematian-Nya Dia telah mematikan kuasa dosa yang telah mencengkram manusia sepanjang masa. Melalui kebangkitan-Nya, Dia menyatakan Aku telah mengalahkan dunia. Dia adalah satu-satunya Juruselamat yang telah datang dari Sorga, mati dan bangkit, dan tidak ada kubur-Nya, kubur-Nya adalah kubur yang kosong. Di dalam bayang-bayang salib, Dia mengatakan kalimat-kalimat ini dan seperti yang Dia katakan sebelumnya, biarlah engkau mengikuti jalan salib ini. Ini adalah bukan jalan kekalahan tetapi justru jalan kemenangan yang besar. Ketika engkau beriman dengan sungguh-sungguh di dalam Aku, yang mati dan bangkit maka engkau akan mengalami iman yang mengalahkan dunia.

Biarlah kita menjadi anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh bersandar di dalam Kristus. Ada banyak pekerjaan Tuhan yang Tuhan percayakan kepada kita. Ketika engkau menjalani dan meresponi panggilan Tuhan, kita akan tahu bahwa itu adalah jalan salib. Kita tahu bahwa untuk dapat menyelesaikan pekerjaan ini, itu bukanlah karena kekuatan kita. Seperti para rasul diajar oleh Kristus menyadari bahwa keberhasilan mereka bukan karena besarnya iman mereka, tetapi keberhasilan mereka karena mereka beriman kepada Tuhan besar. Mari kita tidak sia-siakan waktu yang Tuhan sudah berikan, di dalam hidup yang satu kali ini, biarlah kita pakai dengan sungguh-sungguh, berjuang bersama-sama dengan saudara seiman melakukan apa yang Tuhan inginkan.

Dalam kitab Nehemia, Tuhan menyatakan visi-Nya kepada Nehemia, khususnya mengenai porak-poranda dan runtuhnya tembok Yerusalem. Respon Nehemia begitu indah menjadi teladan bagi kita sekalian. Pertama-tama dia berduka, dan berlutut kepada Tuhan. Dia sadar bukan dengan kehebatannya, dia bisa membangun kembali tembok Yerusalem, tetapi dia hanya bersandar kepada Tuhan dan belas-kasihan-Nya. Tuhan menjawab doa-nya melalui segala jalan yang dibukakan kepadanya. Tuhan menggerakkan hati raja yang Nehemia layani sebagai juru minumannya. Raja mengijinkan Nehemia pergi ke Yerusalem dan memberikan segala sesuatu yang dia butuhkan. Nehemia tahu bahwa itu adalah panggilan pekerjaan Tuhan sekaligus dia tahu bahwa dia melakukannya bukan dengan kekuatannya sendiri. Dia juga tahu bahwa akan ada kesulitan dan pergumulan dalam melakukannya. Tetapi dia mau taat, merencanakan segala sesuatu, bersandar kepada Tuhan, berjuang dengan kekuatan yang dari Tuhan, dan nama Tuhan boleh dimuliakan. Dia sendiri menemukan kesukaan yang berlimpah-limpah di dalam Tuhan. Dia menyadari bahwa untuk itulah Tuhan telah menciptakan aku, memberikan tugas dan panggilannya kepadaku, untuk itulah aku ada di dunia ini, yaitu untuk memuliakan Dia dengan menggenapi rencana yang telah Dia berikan kepadanya. Biarlah kita bersama-sama berjuang melakukan kehendak Tuhan, dan ketika kita mentaati Dia kita boleh menemukan kesukaan yang berlimpah-limpah hanya di dalam Dia. Kita akan mengalami damai sejahtera yang melampaui segala akal yang ada di dalam dunia ini.

Maukah saudara semakin taat kepada Tuhan, maukah saudara berjuang bersama sama umat Tuhan sepanjang jaman melakukan apa yang Tuhan kehendaki?

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya