Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Doa Yesus bagi Murid-Murid-Nya

Ibadah

Doa Yesus bagi Murid-Murid-Nya

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 10 Februari 2019

Bacaan Alkitab: Yoh 17:6-10

Sebelumnya dalam Yoh 17:1-5, Yesus berdoa bagi diri-Nya sendiri, khususnya dalam Yoh 17:5. Mulai Yoh 17:6 sampai 17:26, Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya. Sewaktu Yesus berdoa bagi diri-Nya sendiri, doanya tidak bersifat selfish. Kristus berdoa kepada Bapa-Nya (Yoh 17-1b) “permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.” Ketika Kristus berdoa supaya Dia dipermuliakan oleh Bapa, maka ujung dari pada kemuliaan yang diminta itu adalah ketika Dia dipaku di atas kayu salib. Ketika Kristus berdoa permuliakanlah Aku ya Bapa, maka Dia juga sedang berdoa bagi keselamatan umat-Nya. Karena ketika Dia mati di atas kayu salib, itulah satu-satunya cara kita menerima keselamatan di dalam Kristus. Bahkan ketika Dia berdoa bagi diri-Nya sendiri sesungguhnya Dia berdoa bagi hormat dan kemuliaan Bapa juga bagi kebaikan dari pada umat-Nya.

Di dalam semangat yang sama, Yesus juga berdoa bagi murid-murid-Nya mulai dari Yoh 17:6. Kalau saudara kontraskan dengan Yoh 17:1-5 yang hanya lima ayat itu, doa Yesus bagi murid-murid-Nya dan juga bagi umat percaya sepanjang sejarah ada 21 ayat, dari Yoh:6-26. Apalagi kalau kita mengingat bahwa Kristus beberapa jam lagi akan menghadapi salib dan kematian. Di dalam keadaan begitu berat yang akan Dia tanggung, Dia masih berdoa khususnya bagi murid-murid-Nya. Saya bisa membayangkan kalau saya beberapa jam lagi akan di hukum mati, saya akan kuatir tentang kesakitan, dan penderitaan yang akan saya hadapi. Mungkin bergumul tentang iman saya apakah saya akan terus bertahan dengan seluruh penderitaan yang saya hadapi. Tetapi Kristus dengan salib yang akan Dia hadapi, Dia berdoa dengan begitu panjang bagi umat-Nya dan murid-murid-Nya. Di dalam kesulitan yang paling besar sekalipun Kristus memikirkan tentang murid-murid-Nya.

Kristus berdoa bagi murid-murid-Nya karena Dia tahu mereka sebentar lagi akan tergoncang imannya. Meskipun mereka adalah orang-orang yang percaya tetapi mereka sebentar lagi akan tercerai berai karena gembala akan dipukul.

Kita akan melihat bagaimana Doa Yesus secara spesifik bagi murid-murid-Nya. Namun sebelum itu, Yesus menegaskan siapakah murid-murid yang dimaksud di dalam doa-Nya ini. Khususnya dalam Yoh 17:6-10, Kristus paling sedikit menyatakan tiga hal tentang siapa murid-murid-Nya ini.

Sebagai implikasi kalau kita termasuk murid-murid-Nya maka doa Kristus ini akan berlaku bagi kita juga.

Murid-murid Kristus adalah orang-orang yang telah menerima wahyu Allah di dalam Kirstus

Murid-murid Kristus adalah orang-orang yang telah menerima wahyu Allah di dalam Kristus dan telah percaya kepada Kristus. Yoh 17:6 “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.”, juga Yoh 17:8 menegaskan “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Jadi yang disebut murid-murid Kristus adalah orang-orang yang menerima firman Allah dalam Kristus, dan kemudian percaya dan beriman sungguh-sungguh di dalam Kristus.

Kristus mengatakan “Aku telah menyatakan nama-Mu... “ Kita mengetahui bahwa nama Allah itu bukan sekedar panggilan dari pada Allah. Tetapi nama Allah itu menunjukkan seluruh diri, karakter, atribut dari pada Allah. Bukan seperti Shakespeare yang mengatakan “what is in a name? Bukankah bunga mawar itu tetap sama walaupun kita sebut dengan nama yang lain? Begitu juga nama yang kita berikan kepada anak-anak kita biasanya tidak terkait dengan karakter anak itu atau siapa dirinya.  Mungkin kita mengharapkan dia seperti arti nama yang diberikan kepada dia, tetapi tidak selalu terjadi seperti itu. Nama bagi kita tidak merefleksikan siapa kita sesungguhnya. Tetapi nama dari Alkitab menyatakan siapa diri dan karakter orang itu. Yesus mengatakan “Aku telah menyatakan Nama-Mu ya Bapa kepada semua orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Nama menunjukkan siapa Allah, karakter-Nya, atribut-Nya, kemuliaan-Nya, kasih-Nya, kebenaran-Nya, dlsb. Ini adalah pengertian yang penting. Kalau kita lihat Yoh 17:11 Yesus juga mengatakan “Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku,..” Juga dalam Yoh 17:12 “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Nama menjadi begitu penting.

 Ketika Yesus mengatakan ”Aku telah menyatakan Nama-Mu kepada mereka.” Tuhan Yesus datang untuk menyatakan siapakah Tuhan kepada manusia khususnya kepada murid-murid-Nya yang sejati supaya mereka mengenal siapa Tuhan yang sejati itu. Kristus datang pertama-tama bukan memberikan teladan moral yang agung tetapi untuk menyatakan siapakah Allah yang sejati itu. Allah yang agung, mulia, besar, suci, penuh dengan belas kasihan, penuh dengan kemurahan.

Kita sebagai murid-murid Tuhan mengenal Tuhan itu adalah sesuatu yang sangat penting. Kadang-kadang kita tidak pernah berpikir seperti ini. Apa artinya menjadi orang Kristen? Salah satu artinya adalah bagaimana kita mengenal siapakah Allah itu. AW Tozer pernah mengatakan “What comes into our mind when we think about God is the most important thing about us.” J.E. Parker dalam bukunya Knowing God mengatakan mereka yang mengenal Allah sungguh-sungguh hidupnya akan tidak sama seperti orang yang tidak mengenal Allah. Orang-orang yang mengenal Allah adalah orang yang memiliki pemikiran yang besar tentang Allah. Mereka memiliki keberanian besar karena Nama itu, yang memiliki kepuasan dan kesukaan besar di dalam Allah. J.E. Parker memberikan begitu banyak contoh-contoh di dalam Alkitab. Orang-orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah dan mengerti akan Nama-Nya. Ketika mereka sungguh-sungguh mengenal Dia, itu sungguh-sungguh mengubah seluruh hidup mereka.

Hal yang paling penting di dalam hidup kita adalah bagaimana kita mengenal Dia. Apakah engkau sungguh-sungguh mengenal dan percaya kepada Allah yang sejati, Allah yang telah dinyatakan oleh Yesus Kristus yang kita terima di dalam Alkitab. Pertumbuhan iman kita ditentukan seberapa kita sungguh-sungguh mengenal Dia. Ketika hidup kita menjadi lesu, tidak bergairah, dan di dalam dosa, maka pada dasarnya adalah kita tidak sungguh-sungguh mengenal Allah. Biarlah kita sungguh-sungguh bertumbuh dalam pengenalan Tuhan. Nama Allah yang dinyatakan oleh Kristus, dengan begitu banyak aspek yang beragam-ragam, ketika kita mengenal Dia, makin merenungkan karakter-Nya, makin kita menjadi serupa dengan Kristus.

Suatu kali William Carey berkotbah tentang kasih Allah, tentang kematian Kristus menyatakan kasih Allah yang akan mengampuni setiap orang berdosa sebesar apapun dosanya. Maka setelah dia selesai berkotbah, ada seorang yang datang dan bertanya, betulkah Kristus akan mengampuni dosa saya. William Carey menjawab betul kalau engkau bertobat dan percaya maka Tuhan akan mengampuni dosamu. Pria itu kemudian mengajak William Carey, ke casino milik orang itu, di situ dia mengeruk keuntungan yang begitu banyak namun banyak keluarga yang rugi kalah, hancur, bercerai dlsb karenanya. Pria itu bertanya apakah Kristus masih bisa mengampuni saya. William Carey menjawab ya Kristus masih bisa mengampunimu. Lalu pria itu membawa William Carey ke ruang yang lebih dalam, dan banyak orang yang sedang mabuk-mabukan, minum obat-obatan dlsb. Pria itu mengatakan melalui tempat ini banyak orang menjadi rusak, drug addiction, dlsb. Pria itu bertanya lagi apakah betul Kristus masih bisa mengampuni saya. Maka William Carey mengatakan betul Kristus masih bisa mengampunimu kalau engkau bertobat dan meninggalkan dosamu. Maka pria itu membawa William Carey ke ruangan yang lebih dalam lagi, di situ duduk seorang wanita duduk membelakangi mereka, dan pria itu memanggil wanita itu yang mukanya hancur sebelah. Pria itu mengatakan ini adalah istri saya yang beberapa minggu yang lalu saya hajar sampai hancur mukanya, apakah Kristus masih bisa mengampuni saya. Maka William Carey dengan marah memegang orang itu, kamu harus masuk neraka karena engkau telah melakukan begitu banyak kejahatan, tetapi kalau engkau bertobat dan percaya kepada Kristus, maka Kristus akan mengampuni dosamu.

Ketika kita sungguh-sungguh mengenal Kristus, mengenal akan Allah yang dinyatakan melalui Kristus, maka itu akan mengubah hidup kita. Kita akan sadar betapa mulia, besar dan agungnya Allah, betapa sucinya Dia, betapa murka-Nya Dia akan dosa. Tetapi sekaligus kita akan menyadari betapa baiknya Dia, belas kasihannya, kepada orang yang berdosa, khususnya kepada orang-orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya, sehingga kita bisa menjadi murid-murid-Nya.

Itulah doa yang pertama Yesus tentang siapakah murid-murid-Nya. Mereka adalah orang-orang yang telah menerima dan percaya kepada wahyu Kristus. Mereka mengenal siapa Allah yang mereka percaya dan itu mengubah seluruh hidup mereka.

Murid-Murid-Nya adalah milik Allah yang telah diberikan kepada Kristus

Mereka adalah milik Allah yang telah diberikan kepada Kristus. Yoh 17:6b “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.” Yoh 17:9 juga menegaskan “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.” Murid-murid Kristus adalah milik Allah yang telah diberikan kepada Kristus. Di dalam satu pengertian memang segala sesuatu di dunia ini adalah milik Tuhan, Dia menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya, Yoh 1:3 “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Dari DNA yang paling kecil sampai galaksi yang paling besar, diciptakan dan dimiliki oleh Tuhan. Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang khusus. Murid-murid Kristus adalah milik Allah dalam pengertian yang khusus. Mereka adalah orang-orang yang dipilih Allah sebelum dunia dijadikan. Mereka yang ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Mereka adalah orang-orang yang dipanggil, dibenarkan, dan mereka pasti akan dimuliakan.

Point pertama dan point ke dua ini adalah seperti dua sisi dari satu pintu. Point pertama mengatakan Kristus telah menyatakan Nama Allah kepada mereka, dan mereka dituntut untuk berespon kepada pernyataan Allah ini. Tetapi point yang kedua mengatakan bahwa sesungguhnya sebelum dunia diciptakan mereka adalah milik Allah. Mereka telah ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya Yesus Kristus. Ini adalah bukan dua hal yang bertentangan dalam Alkitab. Sisi pintu yang di depan menuliskan berita Injil, percayalah kepada Kristus karena Kristus sudah mati bagimu, upah dosa adalah maut, semua orang layak menerima murka dari pada Allah, karena itu tinggalkan dosamu dan percayalah kepada Kristus yang telah menanggung dosa itu bagi kita. Maka ketika kita percaya, mengaku dosa, beriman kepada Kristus dan kemudian masuk melalui pintu itu. Ketika kita masuk ke dalam ,kita melihat di belakang pintu itu ada tulisan yang berbeda: engkau bisa percaya karena Aku Allah yang telah memilih engkau sebelum dunia dijadikan.

Apakah engkau sungguh-sungguh percaya kepada Kristus? Apakah engkau sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang datang dari sorga untuk menyelamatkan manusia yang berdosa? Saya percaya ,ketika kita mencoba menjawab dengan jujur pertanyaan ini, apakah saya sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, bukan hanya percaya bahwa Dia Juruselamatku, tetapi ketika aku percaya maka hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Hidupku yang kuhidupi sekarang adalah hidup oleh iman di dalam Anak Allah yang telah mengasihi Aku dan telah menyerahkan nyawa-Nya untuk aku (lihat Gal 2:20). Apakah betul kita percaya seperti demikian?

Saya menemukan ada banyak orang yang ragu-ragu menjawab pertanyaan ini. Khususnya ketika mereka memeriksa hidup mereka, apakah hidupku ini bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Biarlah kebenaran Firman kali ini bisa menguatkan kita. Kalau kita sungguh-sungguh pernah bertobat dan percaya kepada Kristus, kita sebenarnya adalah milik Allah bahkan sebelum dunia diciptakan. Sebelum kita ada, Allah di dalam kedaulatan-Nya sudah memilih umat-Nya untuk diselamatkan. Kita adalah orang-orang yang dikenal dan dikasihi Allah jauh sebelum kita berespon kepada panggilan-Nya, jauh sebelum aku mengatakan aku percaya kepada-Mu ya Tuhan. Kalau kita pernah sungguh percaya dan beriman, meskipun jauh dari sempurna iman kita, maka kita adalah milik Tuhan.

Kali ini kita bisa mengerti siapakah murid-murid yang Yesus maksudkan di sini. Yoh 17:8 Yesus mengatakan “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Yoh 17:6b “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.”

Apakah betul para murid telah mentaati firman Tuhan? Tuhan Yesus mengatakan mereka adalah murid-murid-Ku, milik-Ku, yang telah mendengar perkataan-Ku yang adalah firman-Mu sendiri, dan mereka telah percaya dan beriman sungguh-sungguh kepada-Ku. Tetapi kita tahu apa yang terjadi beberapa jam saja kemudian, mereka adalah murid-murid yang bersumpah tidak mengenal Kristus. Beberapa jam lagi Kristus akan ditangkap dan mereka tercerai berai meninggalkan Dia. Ketika ditanya oleh seorang budak perempuan kecil apakah Petrus mengenal Yesus, Petrus bahkan bersumpah dia sama sekali tidak mengenal Kristus, menyangkali Dia tiga kali (lihat Mat 26:69-75). Kristus tahu semua yang akan terjadi, mereka akan meninggalkan Dia bahkan menyangkali Dia. Tetapi Yesus tetap berdoa bagi mereka yang telah menuruti firman Bapa, mereka sudah sungguh-sungguh percaya kepada Firman Bapa.

Apa artinya ini? Artinya meskipun Yesus mengetahui betapa lemahnya iman mereka, betapa terbatasnya pengetahuan mereka, namun Kristus juga tahu bahwa di dalam hati mereka yang paling dalam mereka sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Bahwa iman mereka adalah iman yang sejati. Pengetahuan mereka walaupun sangat terbatas, namun itu adalah pengetahuan yang benar. Meskipun mereka masih bisa jatuh ke dalam dosa, bahkan menyangkali Kristus sampai tiga kali, mereka akan kembali kepada Kristus, karena ada benih sejati di dalam hati mereka yang paling dalam.

Kristus menghargai betapa kecilnya iman mereka dan betapa lemahnya ketaatan mereka. Kristus adalah Juru selamat yang lemah lembut, buluh yang terkulai itu tidak akan dipatahkannya, sumbu yang mulai berasap tidak akan dimatikan-Nya. Tetapi Kristus akan menjaganya dan meniup dengan pelan-pelan, supaya api yang kecil itu mulai membesar kembali (lihat Yes 42:3). Kita mengetahui inilah yang terjadi kepada murid-murid-Nya, dan itu juga akan terjadi kepada semua murid-murid Tuhan sepanjang sejarah.

Semua murid-murid Kristus yang sejati, meskipun mereka lemah, seringkali gagal, tetapi ketika firman Tuhan datang, mereka akan diingatkan, bertobat, dan kembali kepada Tuhan. Khusus menyadari bahwa aku dapat percaya, bukan semata-mata karena keputusanku, tetapi karena Allah sebenarnya telah memilih aku sebelum dunia dijadikan.

Aku adalah milik Bapa dan telah diserahkan kepada Kristus. Aku dulu pernah percaya, meskipun betapa lemahnya imanku, Tuhan akan jaga dan pelihara. Kita akan bertumbuh seperti yang JE Packer katakan terjadi pada murid-murid-Nya. Seperti yang dinyatakan dalam Alkitab, para murid akhirnya memiliki pemikiran yang besar tentang Allah, mereka mengenal siapa Allah, betapa besar dan mulia-Nya Dia. Itu membawa mereka berani menghadapi demi Nama Allah siapa pun di dunia ini. Mereka memiliki kepuasan dan kesukaan yang besar di dalam Allah, meskipun mereka dipenjara dan dianiaya mereka memuji Tuhan di dalam penjara, dengan kesukaan yang besar karena kehadiran Tuhan di dalam hati mereka.

John Piper menuliskan buku “When I don’t desire God”, sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya “Desiring God”. Di dalam “Desiring God” John Piper mengatakan bahwa betapa orang-orang Kristen yang sejati mengalami kesukaan dan kenikmatan di dalam dan hanya di dalam Allah. Kepuasan yang penuh bukan di dalam uang, seks, kesuksesan atau apa pun yang ada di dalam dunia ini, tetapi kepuasan yang besar dan kenikmatan yang penuh hanya ditemukan di dalam Allah. Seperti pemazmur mengatakan (Mazmur 16:26) “di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” Kepuasan yang sejati murid-murid Kristus ada di dalam dan hanya di dalam Allah.

CS Lewis mengatakan sukacita kita bukan terlalu besar, tetapi terlalu kecil: “you are too easy pleased”, kita begitu mudah dipuaskan dengan hal yang remeh. Seperti anak kecil yang main dilumpur dan terus tidak mau pergi dari lumpur itu, di comberan yang kotor. Anak itu tidak mau meninggalkan tempat itu, padahal dia diajak ke pantai, dia tidak mau karena dia tidak mengerti betapa indahnya pasir yang putih itu. Kita terlalu mudah untuk dipuaskan.

Tetapi ketika John Piper membahas buku “Desiring God” di dalam seminar-seminarnya. Salah satu respons yang paling banyak dia temukan adalah bagaimana kalau sebenarnya aku tidak menginginkan Allah. Ketika aku melihat hidupku, yang aku kejar, yang membuat aku puas tersenyum lebar itu sama sekali bukan Allah, seperti uang, seks, kesuksesan, dihormati orang dlsb. Kalau aku berkata jujur maka aku tidak menemukan kesukaan yang sejati di dalam Allah. Maka John Piper menulis buku “When I’m not desiring God”, karena dia seringkali menemukan orang yang mengerti firman Tuhan, menyadari panggilan yang indah, yang bukan hanya memuliakan Allah, yang membawa kesukaan kepenuhan hidup, tetapi tidak, sejujur-jujurnya aku tidak menemukan keinginan akan Allah. Keinginanku sama sekali tidak ada kaitannya dengan Allah, aku bahkan tidak mengerti apa artinya menginginkan Allah. Tetapi John Piper mengatakan orang-orang itu seringkali mengatakannya dengan gemetar dan bercucuran air mata, artinya justru mereka adalah murid-murid Kristus yang sejati. Karena mereka menyadari bahwa kebenaran Tuhan adalah yang terindah tetapi sekaligus mereka jujur bahwa mereka belum menginginkan Allah.

Panggilan firman kali ini biarlah mendorong kita untuk sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Menyadari bahwa kita adalah milik Tuhan bahkan sebelum kita bisa berespons kepada-Nya. Tuhan menginginkan kita supaya mentaati firman-Nya dan hidup di dalam kehendak-Nya, memiliki pemikiran yang besar akan Allah, keberanian yang besar demi nama Allah, kesukaan yang besar di dalam dan hanya di dalam Allah.  

Yesus berdoa untuk Murid-Murid-Nya, bukan untuk Dunia

Yesus mengkontraskan murid-murid-Nya dengan dunia (Yoh 17:9) “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu” Bukan berarti Yesus tidak perduli akan dunia ini. Kita tahu dari Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. “” Yoh 17:18, “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;” Yoh 17:21 “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”  

Tetapi satu-satunya doa Kristus bagi dunia adalah justru berhenti menjadi dunia. Karena dunia adalah sekumpulan manusia yang melawan Tuhan, supaya Bapa mengampuni mereka karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. Namun doa Kristus bagi murid-murid-Nya adalah hal yang Yesus tidak pernah doakan bagi dunia. Doa Kristus bagi murid-murid-Nya adalah supaya Bapa memelihara murid-murid-Nya, supaya mereka menjadi satu sama seperti Bapa dan Kristus adalah satu. Ini adalah doa Yesus yang tidak pernah Yesus panjatkan bagi dunia, supaya mereka dipelihara oleh Bapa, supaya mereka menjadi satu, ini adalah doa Kristus bagi saudara dan saya juga. 

Dasar doa Kristus bagi murid-murid-Nya adalah karena mereka adalah milik Bapa. Aku berdoa bagi mereka sebab mereka adalah milik-Mu. Tentu kita mempunyai pengalaman diberi sesuatu oleh orang yang kita hormati, kemudian kita akan menjaga baik-baik barang pemberian ini, karena kita menghormati orang itu. Saya pernah diberi jam tangan yang mahal oleh pdt Stephen Tong, yang saya hormati. Jam tangan itu adalah priceless bukan karena harganya tetapi karena pak Tong yang saya hormati itu yang memberikannya.

Inilah yang Yesus katakan di sini Dia berdoa bagi murid-murid-Nya karena mereka adalah milik Allah yang telah diberikan kepada Kristus. Bukan ada sesuatu dalam diri kita sendiri, khususnya kita yang sudah berdosa, tetapi karena Bapa yang telah mengasihi kita, yang telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, menentukan kita menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya Yesus Kristus . Murid-murid yang telah diberikan kepada Kristus, yang kemudian telah ditebus-Nya melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Murid-murid-Nya menjadi milik Kristus melalui iman yang mempersatukan mereka dengan Kristus. Karena itu Kristus berdoa biarlah Bapa menjaga mereka sampai selama-lama-Nya.

Kalau kita adalah milik Kristus yang sejati, biarlah doa Kristus ini menguatkan kita, mendorong kita bahwa kita adalah murid-murid Tuhan yang sudah Bapa pilih sebelum dunia dijadikan dan Kristus berdoa bagi murid-murid-Nya secara khusus supaya Bapa memelihara mereka dan Bapa pasti menjaga mereka sampai selama-lamanya.

Mari kita melihat kembali Yoh 17:9 dan menjadikan ini ayat yang personal bagi kita. Sewaktu Yesus berkata  “Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka , yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.”  Kristus sedang berdoa untuk kita masing-masing. Kristus seolah-olah berdoa untuk kita secara pribadi, “Aku berdoa untuk <nama kita>. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu”.

Biarlah kebenaran mendorong kita untuk sungguh-sungguh hidup sesuai dengan panggilan dan doa Tuhan Yesus ini di dalam hidup kita.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya