Kebaktian

Kebaktian diadakan setiap hari Minggu, pukul 2 dan 5 sore.

Ringkasan khotbah dari minggu-minggu sebelumnya dapat di-akses di sini.

Dengan berakhirnya eksposisi kitab Matius, setelah selama kira-kira 4 tahun kita mendalami bagian demi bagian kitab Matius, maka di pertengahan bulan Juni ini kita akan memulai eksposisi kitab Roma.

Kitab Roma ditulis oleh Paulus sebagai sebuah surat kepada jemaat Kristen di Roma, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, berisikan tema-tema yang amat penting mengenai hukum, iman dan keselamatan.

Kota dan Gereja di Roma

Roma di jaman Paulus adalah ibukota dari sebuah kekaisaran yang membentang dari Inggris sampai Arabia. Sangat makmur dan kosmopolitan, kota Roma adalah pusat diplomatik dan perdagangan dari dunia yang dikenal pada jaman itu. Semua jalan menuju Roma. Pax Romana membuat perjalanan lebih aman, walaupun tidak berarti bebas dari bahaya. Jalanan di Roma membuat perjalanan relatif cepat dan mudah. Pendatang dari Roma di Yerusalem mendengar kotbah pertama Petrus pada waktu hari Pentakosta.

Maka tidak mengherankan bila ada komunitas Kristen yang besar dan hidup pada waktu Paulus menulis suratnya. Kebanyakan bukan orang Yahudi, dan salah satu alasan ditulisnya surat ini kemungkinan adalah Paulus ingin mendorong adanya respek dari orang Kristen bukan Yahudi kepada orang Kristen Yahudi (khususnya di pasal 9 - 11).

Beberapa waktu sebelum ditulisnya surat ini sudah ada kesulitan dengan pihak penguasa. Dan walaupun kemudian semuanya tampak tenang, orang-orang Kristen pada umumnya masih dicurigai. Pendiri Kekristenan, bagaimanapun juga, adalah orang yang dikenai hukuman dengan tuduhan melawan Kaisar. Dan walaupun banyak yang berusaha untuk hidup sebagai warga negara Roma yang setia, hanya beberapa tahun setelah surat ini ditulis Kaisar Nero menuduh orang-orang Kristen sebagai penyebab kebakaran besar di kota Roma. Tradisi menceritakan bahwa Paulus dan juga Petrus mati karena penganiayaan di kota Roma.

Surat Roma

Surat Roma diletakkan sebagai surat pertama di Perjanjian Baru, walaupun sesungguhnya bukan surat pertama yang ditulis. Tesalonika, Korintus dan Galatia ditulis lebih awal daripada Roma, dan beberapa tema dari surat-surat tersebut muncul kembali di surat Roma. Yang benar-benar mendorong Paulus untuk menulis surat ini tidak benar-benar secara pasti diketahui. Mungkin dia sudah mengerti bahwa nyawanya ada di dalam bahaya dengan pergi ke Yerusalem, dan mungkin dia merasa dia mungkin tidak akan ada kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang Kristen di Roma secara pribadi. Maka dia menyampaikan pengajaran-pengajaran Kristen yang sangat vital untuk menolong mereka memahami Kekristenan secara lebih mendalam.

Tema besar surat Roma adalah iman di dalam kematian dan kebangkitan Kristus sebagai satu-satunya dasar penerimaan oleh Allah - Allah yang memperlakukan orang Yahudi dan bukan Yahudi secara setara.

Paulus secara terus terang menjelaskan tentang keadaan dunia ini (1 : 18-32). Setiap orang sudah ada di bawah hukuman, berdasarkan standard Allah. Bahkan orang-orang Yahudi, yang memiliki hak istimewa untuk mengenal hukum Allah, tidak dapat mentaatinya (2 - 3 : 20). Namun Allah menawarkan pengampunan dan hidup yang baru. Yang tidak dapat kita lakukan sendiri, Yesus sudah melakukannya bagi kita (pasal 5).  Kita dibebaskan untuk memulai hidup baru dengan kekuatan yang dari Allah (pasal 6 - 8).

Lalu mengapa, ketika orang-orang bukan Yahudi menerima jalan keselamatan Allah, justru kebanyakan orang-orang Yahudi menolaknya? Hal ini sesungguhnya sangat menyakitkan bagi Paulus, karena dia sendiri adalah orang Yahudi. Tampaknya mereka sangat terperangkap di dalam ketaatannya terhadap hukum sehingga mereka tidak dapat melihat bahwa Allah telah melakukan hal yang baru di dalam Kristus. Cara lama untuk berhubungan dengan Allah dipandang sebagai satu-satunya cara, dan terikat dengan cara-cara tersebut. Tetapi pada akhirnya mereka juga akan datang (pasal 9 - 11).

Pengampunan dan kasih Allah memampukan kita untuk menghidupi panggilan hidup baru kita - untuk merombak cara berpikir kita dan cara hidup kita. Injil bukanlah akhir dalam dirinya sendiri. Injil juga diberikan untuk merubah hubungan diantara manusia, untuk memungkinkan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi untuk memperlakukan satu sama lain secara setara di dalam gereja, dan untuk dipancarkan dalam kehidupan sehari-hari (pasal 12 - 15).

Kepentingan dan pengaruh surat Roma sungguh tidak terkira. Surat ini telah mengobarkan imajinasi orang-orang besar - Agustinus, Luther, Bunyan, Wesley - dan melalui mereka membentuk seluruh sejarah gereja. Tetapi Allah melalui surat ini juga menyentuh kehidupan pribadi-pribadi yang tak terhitung jumlahnya - pria dan wanita biasa yang membaca dan mempercayai dan bertindak sesuai pengajaran rasul.

[Diadaptasi dari "The Lion Handbook to the Bible"]

Liturgi Ibadah, 18 Desember 2011

  • Saat teduh
  • Votum
  • Pujian bersama
    Mari Bersoraklah
  • Doa pembukaan
  • Pujian bersama
    Love Lifted Me
  • Pembacaan Alkitab
  • Pujian bersama
    Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
  • Warta jemaat
  • Doa syafaat
  • Khotbah
    Pdt. Budy Setiawan, M.Div.
  • Pengakuan Iman Rasuli
  • Pujian bersama
    Kumohon Pimpinan-Mu / Lead On, O King Eternal
  • Doa persembahan
  • Doxology
  • Doa berkat
  • Amin, Amin, Amin, Amin

Pengakuan Imam Rasuli

Aku percaya kepada Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus,
Anak-Nya yang tunggal
Tuhan kita.

Yang dikandung dari Roh
Kudus, lahir dari anak
dara Maria.

Yang menderita sengsara
di bawah pemerintahan
Pontius Pilatus, disalibkan,
mati dan dikuburkan, turun
ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga
bangkit pula dari antara
orang mati.

Naik ke surga, duduk di
sebelah kanan Allah, Bapa
yang Maha Kuasa.

Dan dari sana Ia akan
datang untuk menghakimi
orang yang hidup dan
yang mati.

Aku percaya kepada
Roh Kudus.

Gereja yang kudus
dan am, persekutuan
orang kudus.

Pengampunan dosa.

Kebangkitan tubuh.

Dan hidup yang kekal.

AMIN. 

Doxology

Puji Allah Bapa, Putra
Puji Allah Rohulkudus
Ketiganya Yang Esa
Pohon S'lamat
Sumber Berkat
Amin