Persekutuan Pemuda

WELCOMING DAY                      

30/07/2011 - 27/08/2011

 

 


Christian Ethics                      

13 June 2010

 

Sering kali kita berpikir untuk menjawab apakah sesuatu hal yg kita lakukan itu benar atau salah di mata hukum atau dimata masyarakat. Tetapi apakah cukup? Apakah kita mampu memberi jawaban untuk setiap pertanyaan dengan kemampuan kita pribadi yang berdosa? Dan sampai manakah batas toleransi moral kita untuk menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan ini? Persekutuan Pemuda bulan ini akan membahas tentang Christian Ethics. Kita di beri kesempatan untuk mengerti Firman Tuhan lebih dalam tentang bagaimana kita menjawab setiap pertanyaan ini melalui sudut pandang Alkitab.

Karena kita yang terbatas oleh dosa, kita lebi memilih menjawab suatu  pertanyaan dengan kemampuan pribadi dan melebihi keinginan Tuhan. Dan kita sebagai manusia berdosa mungkin tidak benar-benar mengetahui hukum-hukum Tuhan.

Kita di akan arahkan untuk mengerti jalan Tuhan. menurut John Frame, ada tiga pondasi dari Christian Ethics yang membantu kita mengerti 'Lordship of God (Ketuhanan Allah), kesatu adalah Allah yang mengkontrol (berdaulat), kedua adalah Allah yang ber otoritas , ketiga adalah Kehadiran dari janji Allah. Dari ketiga pondasi ini, kita pakai untuk menjawab ketidak tahuan kita dengan melalui perspektif yang lain sebagai bagian dari tanggung jawab orang Kristen. Ada tiga perspektif yang akan di tekankan untuk kita pakai dalam mengambil keputusan. ketiganya saling membutuhkan dan saling mendukung. Tanpa melihat satu dari tiga perspektif ini, tidaklah cukup untuk mendapat jawaban yang mendekati keinginan Tuhan. 

Pembahasan topik ini menggunakan empat buku dari John Frame. Pendeta Budi akan menunjukkan bagaimana kita sebagai domba Allah yang sudah di tebus oleh salib Kristus, mendapati tanggung jawab untuk hidup serupa dengan Allah. Dan kita di beri kesempatan untuk menggali lebih dalam sebagai domba Allah yang bertanggung jawab menggenapi kalimat 'Kita menjadi serupa dengan Allah'

Beberapa buku penuntun topik ini:

  • Doctrine of God
  • Doctrine of knowlegde of God
  • Doctrine of Christian Life
  • Doctrine of the Word of God

Shaping a Christian World View

10 April 2010

 

Ketika seorang pemuda/i ditanya apa tujuan dan mengapa kamu bekerja?  Dia menjawab: mencari pasangan, mencari nafkah supaya mampu membeli atu melakukan apa yang saya inginkan, mempersiapkan masa depan, malu kalau tidak bekerja, untuk tidak berdiam di rumah. Terdengar umum? Pertanyaannya adalah “apakah motivasi dan tujuan bekerja pemuda/i tersebut ada kaitannya dengan iman dia sebagai orang Kristen?” Bukankah orang tak beragama pun pada umumnya mempunyai tujuan yang sama?  Dengan demikian, apakah iman Kristen sesungguhnya hanya berperan dalam hal religius saja tapi tidak memiliki kaitan dengan banyak aspek hidup kita yang lain, seperti belajar, pekerjaan, keluarga, kehidupan social, waktu santai kita, cara kita berbinis, dan lain lain.

Kitab suci dengan jelas mengajar bahwa Kekristenan adalah dari segala aspek hidup kita. Salah satu definisi orang Kristen adalah orang yang sudah mati dalam kehidupannya yang lama dan yang sekarang kehidupannya bukan lagi untuk dia sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam dia (Gal 2:19-20). Roma 12:1 juga mengajar bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Dari ayat2 ini menegaskan bahwa Kekristenan mencakup seluruh hidup kita dan bukan hanya sebagian dari hidup kita. Tetapi mengapa hidup kita secara sadar atau tidak sadar sering terpisah-pisah antara iman dan hidup sehari-hari, antara sacred  and secular, antara private and publik

Dalam beberapa minggu ini pa Budy akan memikirkan tentang tema Christian World View dengan tujuan supaya kita boleh melihat bahwa seluruh hidup kita dari sudut pandang Alkitab yang adalah firman dari Allah yang telah menciptakan dunia dan segala isinya juga yang telah menebus seluruh hidup kita melalui Tuhan kita Yesus Kristus.

Pembahasan ini akan ditekankan melalui empat pondasi dari Christian World View yaitu CFRC (Creation, Fall, Redemption, Consummation)

Beberapa buku penuntun topik ini:

  • The Transforming Vision, by Brian J. Walsh and J. Richard Middleton
  • Creation Regained, by Albert M. Wolters
  • Naming the Elephant, by James W. Sire
  • Why Good Arguments often Fail, by James W. Sire
  • Total Truth, by Nancy Pearcey
  • Membangun Wawasan Dunia Kristen, oleh W. Andrew Hoffecker (ed)
  • Mengenal Wawasan Kristen, oleh Harry Blamires
  • Pemikiran Pasca-Kristen, oleh Harry Blamires

 


The End of Reason by Ravi Zacharias

Persekutuan Pemuda bulan ini akan membahas dari buku Ravi Zacharias. Dimana kita akan mengupas tentang kehancuran ateisme di jaman ini. berikut adalah sedikit referensi utk buku ini.

When Sam Harris wrote his book Letter to a Christian Nation, stating that Christians display “murderous intolerance,” Dr. Ravi Zacharias felt called to answer. The End of Reason is a clear and powerful response to the “utter bankruptcy” of Harris’s New Atheism as it explains the true nature of God, the foundation for evil in the world, and the basis of true morality.

When you pray, are you talking to a God who exists? Or is God nothing more than your “imaginary friend,” like a playmate contrived by a lonely and imaginative child?

When author Sam Harris attacked Christianity in Letter to a Christian Nation, reviewers called the book “marvelous” and a generation of readers—hundreds of thousands of them—were drawn to his message. Deeply troubled, Dr. Ravi Zacharias knew that he had to respond. In The End of Reason, Zacharias underscores the dependability of the Bible along with his belief in the power and goodness of God. He confidently refutes Harris’s claims that God is nothing more than a figment of one’s imagination and that Christians regularly practice intolerance and hatred around the globe.

If you found Sam Harris’s Letter to a Christian Nation compelling, the book you are holding is exactly what you need.

Dr. Zacharias exposes “the utter bankruptcy of this worldview.”

And if you haven’t read Harris’ book, Ravi’s response remains a powerful, passionate, irrefutably sound set of arguments for Christian thought. The clarity and hope in these pages reach out to readers who know and follow God as well as to those who reject God.

Referensi dari Ravi Zacharias International Ministries

 


Setiap hari Sabtu, jam 4.30 sore.

Sejak akhir Desember sampai sekarang, Januari 2010, Pemuda menjalani (PA - Pendalaman Alkitab) dengan topik Daniel.

Cuplikan... Belajar Daniel pasal 4: Our God Reigns!

Personal reflection: Do you rely most on the Lord in times of prosperity of in times of difficulty? Why?

1. How does Nebuchadnezzar's proclamation in 4:1-3 differ from what he said about God in 3:28-29 (after the fiery furnace)?

4. If verse 17 is applicable today, must we conclude that Adolf Hitler, Joseph Stalin and other evil rulers came to power by God's decree? Explain.

How does your response relate to (or challenge) your perception of who God is and how he acts?

7. What specific steps did God take to humble Nebuchadnezzar (vv. 31-33)?

9. Sometimes we gain fresh insight into God's character as we wrestle with the truth. What's the hardest thing about this chapter for you to accept?

 


4 Oktober sampai November, topik bahasan adalah:

Christless Christianity

Dimanakah Kristus Di Dalam Gereja Hari Ini?

Mungkinkah gereja telah kehilangan Kristus? Apakah iman dan praktek kekristenan yang kita jalankan hari ini memberikan dampak atau malah terperangkap oleh budaya di sekitar kita? Persekutuan Pemuda GRII Melbourne mengajak saudara/i untuk datang menghadiri pembahasan 'Christless Christianity' dalam beberapa minggu ke depan.

Kita akan melihat trend-trend apa yang sudah masuk ke dalam gereja masa kini seperti budaya konsumerisme, pragmatisme, kepuasan diri, individualisme, berpikir positif, kemakmuran pribadi dan lain seterusnya.

Apakah kita telah membuat Tuhan menjadi dangkal, serta menjadikan-Nya sarana bagi kepentingan diri kita sendiri?

Mari kita datang dan gumulkan bersama jawabannya di bawah terang Firman Tuhan.

Referensi: http://www.christlesschristianity.org